Home
POLRESTA BARELANG SOSIALISASI TERTIB LALU LINTAS DI MAN BATAM PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Jumat, 22 Februari 2013 08:57
JUMAT,22/2/13. MAN Batam mengundang Satlantas Polresta Barelang. Empat anggota Polresta Barelang mensosialisasikan tertib lalu lintas untuk siswa-siswi MAN Batam. Dalam penjelasannya anggota Polresta Barelang menyampaikan tentang pentingnya tertib berlalu lintas di jalan raya. Hal ini disampaikan agar siswa mengetahui lebih detail tentang kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengendara kendaraan bermotor. Pesatnya kenaikan jumlah kendaraan bermotor di Kota Batam membuat semakin semerawutnya kondisi lalu lintas. Perkembangan lebar dan luas jalan raya yang tidak seimbang membuat semakin tinggi resiko kecelakaan di jalan raya. Berdasarkan data yang ada dari kantor Samsat Kota Batam, jumlah kendaraan yang terdaftar bermotor setiap bulannya mencapai angka 1000 buah. Menurut Satlantas Polresta Barelang perbandingan jumlah penduduk dengan sepeda motor diperkirakan 3:1 (jumlah penduduk Kota Batam: jumlah sepeda motor). Dengan perbandingan tersebut tentunya menjadi tugas berat bagi semua pihak untuk memberikan penjelasan mengenai tata cara berkendara yang baik dan aman. Madrasah Aliyah sengaja mengundang Satlantas Polresta Barelang untuk memberikan penjelasan tentang tatacara berkendara. Selama kegiatan berlangsung juga diwarnai dengan tanya jawab sekitar tata cara berlalulintas, baik sikap yang baik dan benar ataupun rfesiko-resiko yang mungkin saja terjadi apabila kita lalai di jalam raya. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan seluruh siswa-siswi MAN Batam beserta seluruh karyawan dan Guru bisa menjaga diri selama berkendara di jalan raya. (Humas_ MAN Batam)
 
SISWA MAN BATAM MEWAKILI INDONESIA DALAM "RED CROSS YOUTH SINGAPORE CHALLENGE" PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Kamis, 27 Desember 2012 22:51
Jumat, 22 November 2012 diamana saya di panggil oleh Pembina PMR saya. Saya
di beri mandate untuk pergi ke Singapura untuk mengikuti Red Cross Youth Singapore
Challenge sebagai perwakilan dari Indonesia. Awalnya dari sekolah saya mengajukan
Ika Wulandari untuk menjadi perwakilan itu, tetapi karena Ika tidak memiliki passport,
maka saya menjadi pilihannya. Saya awalnya menolak itu, di karenakan acara itu di
laksanakan pada tanggal 12 - 17 Desember 2012 bebarengan dengan ujian akhir semester.
Saya bimbang ingin ikut atau tidak, karena saya takut nasib ujian-ujian saya itu gimana
nantinya.
Setelah di beri support dari orang-orang terdekat, bahkan Ibu Ulfah Ismiati sebagai
kepala sekolah di sekolah saya pun memberikan dukungan. “that’s good event, you must
following that’s event. You must bring our name school and our country.” Kata ibu Ulfah.
“13 negara ikut loh dit, ikut lah ya dit? Sayang dit kalau tidak ikut” Pembina PMR pun
ikut memberikan dukungan. Akhirnya saya pun menerima tawaran itu.
Rabu, 12 Desember 2012. Hari yang di tunggu-tunggu tiba, dimana saya harus
berangkat menuju Singapura pada hari ini juga bersama teman-teman saya dari SMAN 1
Batam, SMA Kartini Batam dan UNRIKA Batam. Delegasi dari Indonesia hanya berasal
dari Batam saja. Mungkin di karenakan Batam dekat dengan perbatasan. Sebelum pergi,
saya menyempatkan diri untuk mengikuti ujian, agar hutang ujian susulan saya agak
ringan.
Selesai ujian, saya cepat-cepat menuju kantor cabang PMI Batam. Disana kami di
beri pengarahan tentang kegiatan di sana oleh perwakilan dari PMI pusat di Jakarta yang
menyempatkan dating ke Batam. Bersama Ibu Darsono yang menjabat sebagai ketua
PMI cabang Batam kami semua di wawancarai oleh wartawan dari Batam Pos. mungkin
wartawan itu tertarik akan berita kepergian delegasi Indonesia untuk menghadiri RCYC
Singapore.
Tepat pukul 13.00 wib. kami berangkat menuju pelabuhan Sekupang. Sekitar 45
menit kami menempuh perjalanan lintas Negara. Pukul 03.00 pm. waktu Singapura kami
pun tiba disana. Kami di jemput oleh utusan dari RCYC. Sesampainya di Training Camp
Site di jalan Khairudin 62 Singapore, kami di persilah kan beristirahat terlebih dahulu
sambil menunggu delegasi dari Negara lain yang belum datang.
Kamis, 13 Desember 2012. Hari kedua kami di sana, waktunya Opening Ceremony.
Tetapi sebelum Opening Ceremony, kami di kumpulkan di meeting room. Di sana kami di
suguhi video tentang kota Singapura. Pada moment itu juga, Delegasi Filiphina di minta
untuk bercerita tentang bencana alam yang baru saja menimpa Negaranya. Say terharu
akan cerita tersebut, karena banyak korban berjatuhan disana. Tetapi karena banyaknya
relawan yang tergerak hatinya untuk membantu, maka Filiphina pun dapat bangkit lagi
dari keterpurukannya.
Setelah acara tersebut selesai, kami pun memasuki acara selanjutnya, yaitu
Opening Ceremony. Pada Opening Ceremony, setiap delegasi dari Negara-Negaranya
maju kedepan untuk menerima souvenir dari Jendral Red Cross of Singapore Society.
Tiba giliran delgasi Negara Indonesia dipanggil, kami juga menyerahkan sebuah plakat
penghargaan atas nama PMI cabang Batam untuk Red Cross of Singapore Society.
Jumat, 14 Desember 2012. Waktunya Island Race. Island race merupakan sebuah
permainan seperti permainan mencari clue di setiap tempat berbeda. Island Race di
laksanakan di Pulau Ubin. Di sana kami di tekankan untuk meningkatkan teamwork,
responbility, honestly, risk-taker etc. tapi saya tidak bias mengikuti acara itu sampai
selesai, karena kami yang beragama muslim harus kembali lagi ke Singapore Island untuk
menunaikain sholat Jumat. Acara itu pun selesai dengan sukses!
Sabtu, 15 Desember 2012. Acara hari ini ada city race. Acaranya tidak jauh berbeda
dari Island Race, bedanya hanya tempat di mana kami bermain. Kami bermain permainan
ini di landmarks yang biasa tourist mancanegara datang mengunjunginya. Kami start
dari Garden By The Bay dan finnish di Marina Barrage. Garden By The Bay merupakan
taman raksasa yang di bangun di dekat teluk. Indah, asri. Banyak tanaman eksotik dari
berbagai Negara yang indah. Sedangkan Marina Barrage adalah tempat untuk pembuatan
air bersih di Singapura.
Minggu, 16 Desember 2012. Ini adalah acara terakhir di Singapura, acara hari
ini adalah Closing Ceremony. Acara ini sangat seru. Kebersamaan setiap orang sangat
terasa, seperti tidak ada yang membedakan kami semua, baik kami dari Negara berbeda
ataupun panitia atau peserta. Semua berkumpul menjadi satu, seru sekali acara tersebut.
Malam harinya kami di ajak pergi ke Chinatown, kami di diberi waktu untuk jalan-jalan
untuk mencari souvenir untuk teman-temannya yang ada di negaranya. Selesai jalan-
jalan di Chinatown, kami di ajak menuju Marina Bay Sands Mall. Di sana kami keliling di
dalamnya. Sangat luas, mewah dan megah sekali dalam mall itu. Takjub saya melihat di
dalamnya.
Senin, 17 Desember 2012. Pukul 07.00 am. Kami packing barang kami, karena hari
ini delegasi dari Indonesia harus pulang kembali ke negaranya. Tetapi sebelum kami
kembali ke Indonesia, kami di ajak ke Singapore City Gallery. Disana adalah tempat
yang memuat sejarah-sejarah yang pernah dialami Singapura. Pukul 10.00 am. Kami
pun menuju ferry terminal Harbour Front. Dan kami pun kembali ke Indonesia. Itulah
pengalaman saya di Singapura yang tidak mungkin saya lupakan. Mungkin ini akan
menjadi kenangan terindah saya yang pernah saya alami. Harapan saya Cuma 1, “andai
waktu dapat terulang kembali”

aditya_2

Siswa MAN Batam memwakili Indonesia di ajang internasional, yaitu Red Cross Youth Singapore Challenge. "ADITYA DEWANTA" membawa nama Indonesia dalam ajang bergengsi bidang PMR. Pada kesempatan ini tersaji pengalaman pribadi Aditya Dewanta yang ditulis secara langsung. Berikut ini kisah Sang Duta dari MAN Batam:

 

Jumat, 22 November 2012 dimana saya di panggil oleh Pembina PMR saya. Saya di beri mandat untuk pergi ke Singapura untuk mengikuti Red Cross Youth Singapore Challenge sebagai perwakilan dari Indonesia. Awalnya dari sekolah saya mengajukan Ika Wulandari untuk menjadi perwakilan itu, tetapi karena Ika tidak memiliki passport,maka saya menjadi pilihannya. Saya awalnya menolak itu, di karenakan acara itu dilaksanakan pada tanggal 12 - 17 Desember 2012 bebarengan dengan ujian akhir semester.Saya bimbang ingin ikut atau tidak, karena saya takut nasib ujian-ujian saya itu gimananantinya.
Setelah di beri support dari orang-orang terdekat, bahkan Ibu Ulfah Ismiati sebagai kepala sekolah di sekolah saya pun memberikan dukungan. “that’s good event, you mustfollowing that’s event. You must bring our name school and our country.” Kata ibu Ulfah.“13 negara ikut loh dit, ikut lah ya dit? Sayang dit kalau tidak ikut” Pembina PMR pun ikut memberikan dukungan. Akhirnya saya pun menerima tawaran itu.
Rabu, 12 Desember 2012. Hari yang di tunggu-tunggu tiba, dimana saya harusberangkat menuju Singapura pada hari ini juga bersama teman-teman saya dari SMAN 1Batam, SMA Kartini Batam dan UNRIKA Batam. Delegasi dari Indonesia hanya berasal dari Batam saja. Mungkin di karenakan Batam dekat dengan perbatasan. Sebelum pergi, saya menyempatkan diri untuk mengikuti ujian, agar hutang ujian susulan saya agak ringan.
Selesai ujian, saya cepat-cepat menuju kantor cabang PMI Batam. Di sana kami diberi pengarahan tentang kegiatan di sana oleh perwakilan dari PMI pusat di Jakarta yangmenyempatkan dating ke Batam. Bersama Ibu Darsono yang menjabat sebagai ketua PMI Cabang Batam kami semua diwawancarai oleh wartawan dari Batam Pos. mungkin wartawan itu tertarik akan berita kepergian delegasi Indonesia untuk menghadiri RCYC Singapore.
Tepat pukul 13.00 WIB. kami berangkat menuju pelabuhan Sekupang. Sekitar 45 menit kami menempuh perjalanan lintas Negara. Pukul 03.00 pm. waktu Singapura kami pun tiba di sana. Kami dijemput oleh utusan dari RCYC. Sesampainya di Training CampSite di jalan Khairudin 62 Singapore, kami di persilah kan beristirahat terlebih dahulusambil menunggu delegasi dari Negara lain yang belum datang.
Kamis, 13 Desember 2012. Hari kedua kami di sana, waktunya Opening Ceremony.Tetapi sebelum Opening Ceremony, kami dikumpulkan di meeting room. Di sana kami disuguhi video tentang kota Singapura. Pada moment itu juga, Delegasi Filiphina diminta untuk bercerita tentang bencana alam yang baru saja menimpa Negaranya. Saya terharu akan cerita tersebut, karena banyak korban berjatuhan di sana. Tetapi karena banyaknya relawan yang tergerak hatinya untuk membantu, maka Filiphina pun dapat bangkit lagi dari keterpurukannya.
Setelah acara tersebut selesai, kami pun memasuki acara selanjutnya, yaitu Opening Ceremony. Pada Opening Ceremony, setiap delegasi dari tiap negara maju ke depan untuk menerima souvenir dari Jendral Red Cross of Singapore Society. Tiba giliran Delgasi Negara Indonesia dipanggil, kami juga menyerahkan sebuah plakat penghargaan atas nama PMI cabang Batam untuk Red Cross of Singapore Society.
Jumat, 14 Desember 2012. Waktunya Island Race. Island race merupakan sebuah permainan seperti permainan mencari clue di setiap tempat berbeda. Island Race dilaksanakan di Pulau Ubin. Di sana kami ditekankan untuk meningkatkan teamwork,responbility, honestly, risk-taker etc. tapi saya tidak bisa mengikuti acara itu sampai selesai, karena kami yang beragama muslim harus kembali lagi ke Singapore Island untuk menunaikain Sholat Jumat. Acara itu pun selesai dengan sukses!
Sabtu, 15 Desember 2012. Acara hari ini ada city race. Acaranya tidak jauh berbeda dari Island Race, bedanya hanya tempat di mana kami bermain. Kami bermain di landmarks yang biasa tourist mancanegara datang mengunjunginya. Kami start dari Garden By The Bay dan finnish di Marina Barrage. Garden By The Bay merupakan taman raksasa yang dibangun di dekat teluk. Indah, asri. Banyak tanaman eksotik dari berbagai negara yang indah. Sedangkan Marina Barrage adalah tempat untuk pembuatan air bersih di Singapura.
Minggu, 16 Desember 2012. Ini adalah acara terakhir di Singapura, acara hari ini adalah Closing Ceremony. Acara ini sangat seru. Kebersamaan semua peserta sangat terasa, seperti tidak ada yang membedakan kami semua, baik kami dari negara berbeda ataupun panitia atau peserta. Semua berkumpul menjadi satu, seru sekali acara tersebut. Malam harinya kami diajak pergi ke Chinatown, kami diberi waktu untuk jalan-jalan guna mencari souvenir untuk teman-temannya yang ada di negaranya. Selesai jalan-jalan di Chinatown, kami diajak menuju Marina Bay Sands Mall. Di sana kami berkeliling, didalamnya sangat luas, mewah dan megah sekali.
Senin, 17 Desember 2012. Pukul 07.00 am. Kami packing barang kami, karena hariini delegasi dari Indonesia harus pulang kembali ke negaranya. Tetapi sebelum kami kembali ke Indonesia, kami diajak ke Singapore City Gallery. Di sana adalah tempat yang memuat peristiwa sejarah yang pernah dialami Singapura. Pukul 10.00 am. Kami pun menuju Ferry Terminal Harbour Front. Dan kami pun kembali ke Indonesia. Itulah pengalaman saya di Singapura yang tidak mungkin saya lupakan. Mungkin ini akan menjadi kenangan terindah saya yang pernah saya alami. Harapan saya Cuma 1, “andai waktu dapat terulang kembali” ( HUMAS MAN BATAM)

 

 
MENYAMBUT 1 MUHARAM 1434 DENGAN BERSIH PANTAI PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Senin, 19 November 2012 19:24

 

DSC_0392

MAN Batam menyambut tahun baru hijriah mengadakan kegiatan tadabur alam sekaligus  membersihkan Pantai Melayu. Beberpa waktu lalu Waka Kesiswaan MAN Batam bersama dengan OSIS-nya menggelar kegiatan berupa tadabur alam di Pantai Melayu Barelang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada seluruh siswa MAN Batam tentang rasa syukur kepada Allah. Sebanyak 335 siswa turut serta menyukseskan kegiatan ini. Tadabur alam adalah salah satu proses pembelajaran yang dilakukan secara langsung di alam terbuka. Kegiatan ini wajib diikuti seluruh warga MAN Batam. Acara yang telah disusun oleh kurikulum dan OSIS diharapkan bisa memberikan kontribusi penting bagi siswa terutama tentang kepedulian lingkungan.  

Kegiatan yang langsung dilepas oleh kepala MAN Batam ini bukan kegiatan yang pertama kali digelar tetapi sudah setiap tahun dilaksnakan. Sebelum bus pertama diberangkatkan seluruh siswa mendapatkan pengarahan dari kepala MAN Batam, Ulfah Ismiati, S.Pd. Dalam pengarahannya kepala MAN Batam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan proses pembelajaran langsung di alam, terlebih lagi kegiatan yang dilakukan pada tanggal 14 November 2012 ini merupakan hari efektif belajar. Jadi sebagai gantinya adalah belajar bagaimana mensyukuri nikmat Allah  SWT berupa kekayaan alam berupa pantai dan laut beserta isinya yang melimpah. 

Selama berada di pantai seluruh siswa diimbau untuk selalu menjaga kebersihan pantai sebagai salah satru bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan tadabur alam ini diisi dengan beberapa kegiatan yang menuntut kerjasama antartim sebagai salah satu bentuk pendidikan yang menanamkan kerjasama dan kepdulian terhadap sesama. Di akhir session  pembelajaran siswa di alam OSIS mengadakan lomba berbalas pantun antarkelas.  

sSbagai muslim seluruh siswa beserta seluruh guru dan karyawan yang juga diwajibkan mendampingi siswa melaksanakan sholat Dhuhur berjamah di pantai. Sholat berjamah yang biasanya dilakukan di mushola atau di masjid, sekarang seluruh siswa merasakan betapa nikmatnya sholat di alam terbuka apalagi menghadap laut. 

Setelah melaksanakan sholat berjamaah seluruh siswa beserta guru dan karyawan istirahat sekaligus makan siang bersama-sama. Tepat pukul 13.30 barulah seluruh peserta diperbolehkan rekreasi dengan menikmati indahnya pantai dengan hamparan pasir putihnya dan menikmati fasilitas lainnya. Puas bermain seluruh peserta diharuskan kumpul kembali di pos untuk melanjutkan kegiatan berupa bersih pantai. Kegiatan yang memang sudah dipersiapkan dari awal ini sasarannya adalah memungut sampah-sampah yang bertebaran di bibir pantai. hal ini membuktikan tentang kepedulian seluruh warga MAN Batam terhadap lingkungan hidup. 

 

 

DSC_0380

 

 

 
BAPEDAL KOTA BATAM KUNJUNGI MAN BATAM PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Kamis, 15 November 2012 22:32

DSC_0019

 

Selasa 13/11,--- Bapedal Kota Batam meninjau MAN Batam, untuk diajukkan sebagai salah satu sekolah yang akan diusulkan untuk menerima penghargaan Adiwiyata.

Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif.

 

Adiwiyata juga bisa bermakna sebagai tempat yang baik dan ideal, di mana dapat diperoleh segala ilmu pe­nge­tahuan dan berbagai norma, serta etika yang da­pat menjadi dasar manusia menuju terciptanya ke­se­jahteraan hidup dalam menuju cita-cita pem­ba­ngunan berkelanjutan. Dengan demikian, se­ko­lah Adi­wiyata merupakan tempat me­wujudkan war­­ga se­k­olah yang bertanggung jawab dalam upa­ya per­lindungan dan pengelolaan lingkungan hi­dup (PPLH) melalui tata kelola sekolah yang baik untuk men­dukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Menurut informasi yang didapat, untuk mendapatkan sekolah Adiwiyata  maka di­tetapkan empat komponen standar yang menjadi satu kesatuan yang harus di lakukan.

 

Komponen pertama, berupa kebijakan berwa­wasan lingkungan dengan stan­dar kurikulum tingkat sa­tuan pendidikan (KTSP) yang memuat upaya PPLH dan alo­ka­si rencana kegiatan ang­ga­ran sekolah (RAKS) yang me­n­­­­dukung upaya PPLH ter­­­se­­but. Komponen kedua, be­rupa pe­lak­sanaan ku­riku­lum ber­basis ling­kungan de­ngan stan­dar guru; mem­pu­nyai kom­petensi da­lam me­ngem­bang­kan ke­giatan pem­bela­jaran lingku­ngan hi­dup dan siswa yang telah mela­ku­kan ke­giatan pem­­belajaran ten­tang PPLH. Komponen ketiga, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dengan standar pe­laksanaan kegiatan PPLH yang terencana bagi warga se­kolah dan menjalin kemi­traan dalam upaya PPLH dengan berbagai pihak (masyarakat, pemerin­tah, swasta, media, sekolah lain). Komponen terakhir, be­ru­pa pengelolaan sarana pen­dukung ramah lingkungan de­ngan standar ketersediaan sarana prasarana pendukung yang ramah lingkungan dan pe­ningkatan kualitas pe­nge­lolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan di se­kolah. Dengan demikian, se­kolah Adiwiyata bukanlah se­k­olah instan/dadakan, tetapi me­m­erlukan proses.

 

Dalam kunjungan tersebut Fahrulrozi( Kabid PL) menyampaikan bahwa pada dasarnya semua sekolah berhak menyandang Sekolah Adiwiyata, dengan catatan apabila sekolah tersebut memang benar-benar peduli dengan kondisi lingkungan sekita dan bahkan menjaga agar lingkungan yang ada bisa lebih asri.

MAN Batam telah mempersiapkan diri untuk bisa meraih gelar bergengsi dalam hal ligkungan hidup ini. ini sudah diawali dengan dimasukkannya dalam kurikulum pendidikan berupa mata pelajaran Kimia Lingkungan. selain itu MAN Batam juga telah mengelola limbah sekolah yang berupa sampah-sampah yang ada untuk diolah menjadi kompos. serta dengan kegiatan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan.

( Dandhung Whisapto)

 
SISWA MAN BATAM MENGIKRARKAN KOMITMEN PEMUDA PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Rabu, 14 November 2012 22:50

 

 Senin, 12 November 2012 seluruh siswa MAN Batam mengikrarkan Komitmen Pemuda Indonesia. Pada upacara bendera senin lalu merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh warga madrasah. Disaksikan oleh seluruh guru dan karayawan serta beberapa masyarakat sekitar madrasah para siswa mengucapkan komitmen pemuda.

 

Komitmen ini dibuat dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh peserta ISLC di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu. Semua duta ISLC sepakat untuk membuat sebuah komitmen bersama dan dibacakan secara bersama-sama di sekolah masing-masing. Putri Wahyuningsih sebagai duta MAN Batam diwajibkan untuk menyampaikan hasil keputusan bersama. Maka pada saat upacara bendera kemarin diberikan kesempatan kepada Putri Wahyuningsih untuk memimpin pengucapan ikrar yang berisikan Komitmen Pemuda Indonesia dengan ditirukan oleh seluruh siswa MAN Batam.

 

Adapun kutipan komitmen pemuda tersebut adalah sebagai berikut:

 

KOMITMEN PEMUDA INDONESIA

 

Kami Pemuda indonesia

berkomitmen Mempersembahkan segenap kemampuan kami

Demi kembalinya kehormatan bangsa

bagi tegaknya kejayaan

kemuliaan| dan terwujudnya cita-cita kemerdekaan

 

Hari ini kami proklamirkan kepada bangsa yang kami cintai

tiada hal yang melatarbelakangi kami

kecuali kejujuran dan ketulusan,

tiada ambisi pribadi

apalagi hasrat kotor untuk menguasai.

 

Kami meyakini pemuda adalah tonggak perjuangan bangsa

pelopor revolusi bangsa

Memerangi korupsi di negeri ini

menegakan keadilan

merupakan tugas kami

 

Kami akan berjuang,  untuk melakukan perubahan bagi lingkungan masyarkat kami

Maka dari itu,  Secara sadar kami memilih dan berkomitmen, untuk menjadi pemuda yang berguna dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun

 

Inilah Komitmen Kami Pemuda Indonesia

Kami akan terus berkarya| dan bekerjasama dalam mewujudkan cita-cita kami

menjadi Pemuda yang adil dan berintegritas

Untuk Kebangkitan Indonesia baru

yang lebih kuat dan bermartabat

 

Semoga Tuhan meridhoi komitmen kami

Atas nama Pemuda Indonesia,

12 November 2012

 

Dengan adanya komitmen tersebut di atas diharapkan seluruh siswa MAN Batam sebagai bagian dari pemuda akan menyadari tugas dan kewajibannya untuk membangun negeri ini.

(Dandhung Whisapto)

 
GURU MAN JUARA RESENSI BUKU NONFIKSI PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Senin, 12 November 2012 22:43

 

 

Guru bahasa indonesia MAN menyisihkan puluhan peserta lomba resensi buku nonfiksi " Bekerja dengan Hati Nurani" karya Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si.

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2012, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA Kota Batam mengadakan lomba resensi buku nonfiksi karya Akh. Muwafik Saleh. Lomba yang diperuntukkan kalangan pelajar dan seluruh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia seluruh Kota Batam (guru SD,SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK) ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan keterampilan para guru bahasa indonesia dalam menguasai materi. karena selama ini kondisi di lapangan guru hanya bisa menjelaskan materi tetapi tidak bisa memberikan contoh nyata. Pengumuman lomba akan diumumkan setelah acara seminar sehari dengan mengambil tema "Belajar dan Bekerja dengan Hati Nurani". Seminar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2012 jam 13.00 WIB s.d 17.00 WIB ini diikuti oleh 250 orang peserta  bertempat di Aula Kantor Pemko Batam, Jalan Engku Putri No.1 Batam.

 

Dandhung Whisapto, S.Pd. Pada awalnya mengikuti lomba hanya untuk memotivasi siswa-siswinya yang juga mengikuti lomba resensi buku karya Akh. Muwafik Saleh, S.Si. MSi. yang berjudul " Belajar dengan Hati Nurani".

 

Juara dalam lomba meresensi buku nonfiksi ini  Juara I di rebut oleh peserta dari SMAS Kartini; Juara II  direbut oleh utusan dari MAN Batam, sementara Juara III direbut oleh utusan dari SMA N 3 Batam. Naskah yang dikirimkan kepada panitia seminggu sebelumnya di nilai oleh sang penulis secara langsung di Malang dengan judul: "MEMBUMIHANGUSKAN KAPITALISTIK DENGAN HATI NURANI".  Resensi yang sebagian besar menyampaiakn tentang kelebihan-kelbihan buku "Bekerja dengan Hati Nurani" berkaitan dengan bagaimana kita harus bekerja sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku terutama akidah dalam Islam. Penulis lebih banyak mengupas tentang hadist-hadist yang berkaitan denga bekerja.

 

 

Walaupun hanya memeperoleh juara ke II, Dandhung merasa gembira dengan hasil yang diperolehnya. Ia merasa sudah memberikan pembelajaran secara tidak langsung kepada semua peserta didik di MAN Batam. Memang hasil yang diperoleh belum begitu memuaskan tetapi dengan mengalahkan puluhan peserta dari seluruh sekolah di Kota Batam menjadikan sebuah pengalaman tersendiri. Jarang ada momen-momen seperti ini, dimana sesama guru Bidang studi Bahasa Indonesia harus saling berusaha untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah perlombaan. Prestasi ini juga membuktikan bahwa guru-guru MAN Batam tidak kalah dengan guru-guru sekolah umum yang nota bene selalu diunggulkan.

(Humas MAN Batam)

 

 

 
SISWA MAN BATAM JALANI RAPID TES NARKOBA PDF Cetak E-mail
Oleh administrator   
Senin, 12 November 2012 16:18
DSC_0927
Siswa MAN Batam kembali mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2012 dan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HAN) tahun 2012, Pemerintah Kota Batam melalui Kesbangpol dan Linmas Kota Batam melakukan kegiatan tes pengguna narkoba bagi pelajar setingkat SLTA/MA. Pelaksanaan Rapid Tes Narkoba di MAN Batam ini langsung diserahkan kepada bidang  kegiatan kesiswaan yaitu UKS MAN Batam yang diawasi langsung oleh  pembinanya yaitu Zalfiati, S.Si.
Senin, 12 November 2012 Kesabngpol dan Linmas Kota Batam mengadakan tes urin untuk siswa MAN Batam. Sebanyak seratus siswa menjalani tes urin untuk menegetahui apakah siswa yang bersangkutan terlibat penyalahgunaan pemakaian narkoba. Sampel  siswa yang diambil adalah semua siswa laki-laki dari kelas X, XI, dan XII serta ditambah siswa putri empat belas orang. Keseratus siswa tersebut sebelumnya sudah dikondisikan untuk tidak mengetahui kegiatan ini. Siswa baru diberitahu setelah dipanggil dan dikumpulkan di Aula MAN BAtam. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang mungkin saja akan dilakukan oleh siswa.
Dalam sambutannya Yuridasril, ATD. M.Si. (ketua tim) yang datang di MAN Batam menyampaikan bahwa tujuan dari tes urin ini bukanlah mencari siapa pemakai dan siapa yangh bukan pemakai tetapi hanya untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa terhadap peredaran narkoba di Kota Batam.
Kepala madrasah, Ulfah Ismiati, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat diperlukan untuk menjaga generasi muda. Pada dasarnya beliau menyambut dengan baik kegiatan sejenis, ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu penyuluhan narkoba pada bulan juni 2012. Diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkelnjutan setiap tahun.
Kesbangpol dan Linmas Kota Batam bekerja dengan Dinas Kesehatan memeriksa sampel urin seluruh siswa laki-laki di MAN Batam dan ditambah dengan  empat belas siswa putri. Setelah menjalani tes ini diharapkan semua siswa akan selalu menghindari aktivitas atau kegiatan yang berisiko terpengaruh narkoba.
Hasil tes urin siswa menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikator penyalahgunaan  pemakaian narkoba oleh siswa MAN Batam. Ini membuktikan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan oleh Kementerian Agama telah berhasil dalam menjaga dan membina peserta didiknya   agar menjauhi segala hal yang berkaitan dengan miras dan narkoba. Dengan memasukkan ilmu-ilmu agama dalam kurikulum sekolah adalah tindakan paling tepat sebagai benteng untuk melindungi diri dari pengaruh-pengaruh buruk globalisasi. Memang kuncinya adalah keimanan. Benteng yang paling kuat dalam menjalani hidup adalah rasa iman kita kepada Allah SWT. (Dandhung Whisapto)
DSC_0998

 

DSC_0944

 

DSC_0938

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Ingat waktu

Kalender

April 2014
M T W T F S S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4

Perencanaan

No events

Sedang Online

Terdapat 3 Tamu online

Tamu Lewat